Selasa, 19 November 2024

 Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca blog ini. Saya berharap apa yang saya bagikan dapat memberikan manfaat, inspirasi, atau setidaknya sedikit hiburan.

Jika ada hal-hal yang kurang berkenan, informasi yang kurang akurat, atau cara penyampaian yang kurang tepat, saya dengan rendah hati meminta maaf. Kritik dan saran dari kalian sangat saya nantikan untuk memperbaiki tulisan ini di masa depan.

Sampai jumpa di cerita berikutnya!!!


13. MOTIVASI DARI TAEHYUNG DAN BTS DALAM MEMBANTU KEHIDUPAN BANYAK ORANG TERMASUK SAYA

 
Hidup sering kali terasa seperti perjalanan panjang penuh tantangan, dan di setiap sudutnya, kita butuh sesuatu atau seseorang yang bisa memberi kita dorongan untuk terus maju. Bagi saya, sosok itu adalah Kim Taehyung (V BTS) dan grupnya, BTS. Mereka lebih dari sekadar idola atau musisi, mereka adalah inspirasi yang telah memberikan kekuatan dan harapan dalam hidup saya.

BTS Lebih dari Sebuah Grup Musik
BTS tidak hanya dikenal dengan musiknya yang menyentuh hati, tetapi juga dengan pesan mendalam yang disampaikan melalui lirik-lirik mereka. Mulai dari album "Wings" yang berbicara tentang mimpi dan kebebasan hingga "Love Yourself" yang mengajarkan kita pentingnya mencintai diri sendiri, setiap lagu 
memiliki arti yang mendalam.
Sebagai seorang penggemar, saya merasa bahwa BTS memiliki kemampuan unik untuk menyuarakan emosi yang sulit saya ungkapkan. Mereka mengingatkan saya bahwa tidak apa-apa untuk merasa sedih, kehilangan, atau kecewa, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita bangkit kembali.

Kim Taehyung, Sumber Ketenangan dan Inspirasi
Dari semua anggota BTS, Taehyung (atau V) memiliki tempat istimewa di hati saya. Bukan hanya karena suara baritonnya yang unik atau wajahnya yang karismatik, tetapi juga karena kepribadiannya yang tulus dan sikapnya yang penuh kasih.
Taehyung sering berbicara tentang pentingnya menjadi diri sendiri, menghargai momen kecil dalam hidup, dan tidak terlalu khawatir tentang masa depan. Salah satu kutipannya yang paling menyentuh hati saya adalah:
"Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Kamu sedang melakukan yang terbaik, dan itu sudah cukup."
Ketika saya menghadapi hari-hari yang berat atau merasa tidak percaya diri, kata-kata ini selalu terngiang di kepala saya. Taehyung mengajarkan saya untuk menerima ketidaksempurnaan dalam hidup dan untuk mencintai diri saya apa adanya.

Lirik dan Pesan BTS yang Menguatkan
Banyak lagu BTS yang menjadi pelipur lara bagi saya. Salah satunya adalah "Magic Shop". Lagu ini seperti sebuah pelukan hangat, mengingatkan saya bahwa ada tempat di mana saya bisa melepaskan segala beban dan menemukan kenyamanan.
Beberapa baitnya berbunyi:
"Kamu bekerja keras. Kamu akan baik-baik saja. Percayalah padaku."
Selain itu, lagu seperti "Spring Day" dan "Epiphany" mengajarkan saya bahwa kesedihan adalah bagian dari proses penyembuhan, dan mencintai diri sendiri adalah langkah pertama menuju kebahagiaan sejati.

Motivasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Motivasi yang saya dapatkan dari Taehyung dan BTS bukan hanya tentang lagu atau kutipan, tetapi juga tentang bagaimana mereka menjalani hidup mereka. Mereka bekerja keras, menghadapi kritik, dan tetap rendah hati meskipun berada di puncak popularitas.
Hal ini menginspirasi saya untuk terus berusaha mencapai impian saya, meskipun ada hambatan di jalan. Saya belajar untuk melihat setiap tantangan sebagai peluang untuk tumbuh dan belajar.

Pesan untuk Semua ARMY
Jika kamu, seperti saya, merasa bahwa Taehyung dan BTS telah mengubah hidupmu, ingatlah bahwa kekuatan itu sebenarnya datang dari dalam dirimu sendiri. Mereka hanyalah pemantik yang membantu kita menyadari potensi kita. Pesan mereka adalah pengingat bahwa kita semua layak untuk dicintai dan dihargai, terutama oleh diri kita sendiri.
Jadi, mari kita teruskan semangat ini, tidak hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita. Sebarkan kebaikan, cinta, dan dukungan—seperti yang telah BTS lakukan untuk kita.

Hidup ini memang tidak sempurna, tetapi dengan sedikit bantuan dari musik, pesan-pesan positif, dan motivasi, kita bisa menjalaninya dengan penuh keberanian. Seperti kata Taehyung:
"Jalani hidupmu dengan caramu sendiri. Kamu adalah penulis cerita hidupmu."


Salam Hangat amyy💜










12. ABOUT ME, KEHIDUPAN ANAK AKUNTANSI


Halo semuanya! Perkenalkan, saya [YULIANI, NIM B1C124051], mahasiswa Akuntansi angkatan 2024 di Universitas Halu Oleo, Kendari. Memasuki dunia perkuliahan sebagai bagian dari generasi 2024 adalah pengalaman yang penuh warna, terutama di jurusan yang saya pilih yaitu Akuntansi.

Mengapa Memilih Akuntansi?
Sejak dulu, saya selalu tertarik dengan angka dan bagaimana angka-angka itu bisa bercerita. Akuntansi menawarkan lebih dari sekadar hitung-hitungan. Ini adalah seni menganalisis, mencatat, dan menyajikan data keuangan untuk membantu pengambilan keputusan yang penting. Bagi saya, menjadi seorang akuntan adalah peran strategis dalam dunia bisnis, dan itulah yang membuat saya mantap memilih jurusan ini.
Universitas Halu Oleo (UHO) menjadi pilihan saya karena reputasinya sebagai universitas negeri terbaik di Sulawesi Tenggara. Kampus ini juga menawarkan lingkungan belajar yang mendukung dengan dosen-dosen berpengalaman di bidangnya.

Awal Perjalanan Sebagai Mahasiswa Akuntansi
Sebagai mahasiswa baru angkatan 2024, saya memulai perjalanan ini dengan semangat tinggi, meskipun ada sedikit rasa cemas tentang adaptasi di dunia perkuliahan. Ternyata, menjadi mahasiswa Akuntansi tidak semudah yang saya bayangkan. Mata kuliah seperti Pengantar Akuntansi, dan Statistik memaksa saya untuk berpikir lebih kritis dan terorganisir.
Namun, dengan kerja keras dan bantuan teman-teman serta dosen yang suportif, saya mulai memahami bagaimana dunia akuntansi bekerja. 

Rutinitas Sehari-Hari Anak Akuntansi
Kehidupan saya sebagai anak Akuntansi cukup sibuk. Setiap hari diisi dengan kuliah, tugas kelompok, dan belajar mandiri. Berikut adalah sedikit gambaran rutinitas saya:
1.  Pagi hari: Mulai dengan kuliah teori, seperti pengantar akuntansi, pengantar bisnis, dll 
2. Siang: Diskusi dengan teman untuk menyelesaikan tugas
3. Sore hingga malam: Membaca materi tambahan atau menyelesaikan tugas individu.

Selain rutinitas akademik, saya juga sering mengikuti seminar dan workshop yang diadakan di kampus. Ini membantu saya memperluas wawasan dan mengenal lebih banyak orang.

Tantangan Sebagai Mahasiswa Akuntansi
Tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara kuliah, tugas, dan waktu istirahat. Di Akuntansi, kesalahan kecil dalam perhitungan bisa berdampak besar. Jadi, saya harus sangat teliti dan hati-hati. Kadang, tugas terasa menumpuk, tetapi saya selalu berusaha untuk tetap tenang dan menyelesaikannya satu per satu.

Kehidupan di Universitas Halu Oleo
Kampus UHO menawarkan pengalaman belajar yang luar biasa. Selain fasilitas yang memadai, lingkungan di sini sangat mendukung. Suasana kota Kendari yang asri, dengan pemandangan laut dan pegunungan, membuat saya merasa tenang meskipun beban kuliah kadang berat.

Pesan untuk Calon Mahasiswa Akuntansi
Bagi kalian yang ingin mengambil jurusan Akuntansi, siapkan mental dan waktu kalian. Akuntansi bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memahami cerita di balik angka-angka tersebut. Jika kalian tertarik dengan analisis dan solusi keuangan, Akuntansi adalah pilihan yang tepat.
Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman, dosen, dan keluarga yang selalu mendukung saya dalam perjalanan ini. Semoga cerita singkat ini bisa memberikan gambaran tentang kehidupan saya sebagai anak Akuntansi angkatan 2024 di Universitas Halu Oleo. Terus semangat, dan jangan pernah berhenti belajar!















Senin, 18 November 2024

11. AKTIVITAS TIAP JUMAT, KULIAH BAHASA ASING DI GEDUNG UPT BAHASA UHO

 

Sebagai mahasiswa Akuntansi di Universitas Halu Oleo (UHO), keseharian saya sering kali diwarnai dengan rutinitas perkuliahan yang menuntut ketelitian dan fokus. Namun, ketika jadwal menunjukkan mata kuliah Bahasa Asing, saya langsung merasa ada sesuatu yang berbeda. Ada rasa antusias untuk belajar, meskipun perjalanan menuju Gedung UPT Bahasa Indonesia lumayan penuh rintangan seperti hujan, panas, dll.
Mari saya ceritakan bagaimana mata kuliah ini memberikan pengalaman berharga, meski harus melewati "perjalanan panas" di bawah terik matahari Kendari.

Perjalanan Panas ke Gedung UPT Bahasa
Kampus UHO yang luas memang sering menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Bagi saya, yang biasanya berkutat di gedung Fakultas Ekonomi, menuju Gedung UPT Bahasa Indonesia berarti harus berjalan cukup jauh di bawah matahari yang tak kenal ampun. Dengan keringat bercucuran dan sedikit mengeluh dalam hati, perjalanan ini sering kali menjadi ujian kecil sebelum memulai kelas.
Namun, sesampainya di gedung, suasana berubah total. Gedung UPT Bahasa Indonesia memiliki fasilitas yang nyaman, ruangan ber-AC, dan suasana yang tenang, seolah menjadi oasis setelah perjalanan yang melelahkan.

Mata Kuliah Bahasa Asing, Tantangan Baru untuk Anak Akuntansi
Sebagai mahasiswa Akuntansi, saya terbiasa dengan angka, laporan, dan istilah-istilah keuangan. Namun, mata kuliah Bahasa Asing menawarkan tantangan yang berbeda: belajar mengungkapkan ide, memahami konteks budaya, dan berkomunikasi dalam bahasa baru.
Di UPT Bahasa, mata kuliah ini diajarkan dengan pendekatan modern. Berikut adalah pengalaman saya:
1. Latihan Praktis
Kelas sering kali diisi dengan simulasi, seperti berdiskusi dalam kelompok atau mempraktikkan percakapan formal. Ini sangat membantu untuk meningkatkan rasa percaya diri, terutama bagi saya yang awalnya merasa gugup berbicara dalam bahasa asing.
2. Fasilitas Pendukung
Gedung UPT Bahasa memiliki laboratorium bahasa dengan teknologi canggih. Kami bisa mendengarkan audio, menonton video, dan berlatih pelafalan dengan alat bantu. Semua ini membuat belajar menjadi lebih interaktif.

Manfaat Mata Kuliah Bahasa Asing untuk Anak Akuntansi
Meskipun saya anak Akuntansi, saya menyadari betapa pentingnya menguasai bahasa asing, terutama dalam dunia kerja. Berikut adalah manfaat yang saya rasakan:
1. Meningkatkan Peluang Karier
Banyak perusahaan multinasional membutuhkan akuntan yang bisa berkomunikasi dalam bahasa asing. Dengan belajar di UPT Bahasa, saya merasa lebih siap menghadapi tantangan tersebut.
2. Mempermudah Mengakses Informasi
Referensi untuk mata kuliah Akuntansi sering kali menggunakan literatur berbahasa Inggris. Kemampuan membaca bahasa asing sangat membantu saya memahami materi dengan lebih cepat.
3. Menambah Kepercayaan Diri
Kemampuan berbicara dalam bahasa asing, meski masih dasar, membuat saya lebih percaya diri untuk berbicara di depan orang lain.

Perjalanan Panas yang Berarti
Mata kuliah Bahasa Asing di Gedung UPT Bahasa Indonesia memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Meskipun harus menempuh perjalanan panas untuk sampai ke sana, semua itu terbayar dengan ilmu dan keterampilan yang saya dapatkan.
Bagi saya, belajar bahasa asing bukan hanya tentang menguasai tata bahasa, tetapi juga membuka peluang untuk meraih mimpi yang lebih besar.


10. PERJALANAN MENGIKUTI LES PENGANTAR AKUNTANSI SEBAGAI ANAK IPA


Dulu, saat duduk di bangku SMA jurusan IPA, saya tak pernah membayangkan akan berkecimpung di dunia akuntansi. Kimia, fisika, dan biologi adalah teman sehari-hari saya. Tapi semuanya berubah ketika saya memilih jurusan akuntansi di bangku kuliah. Pilihan itu membawa tantangan baru, belajar dari nol, tanpa dasar apa pun di bidang akuntansi.
Salah satu cara saya untuk mengejar ketertinggalan adalah dengan mengikuti les pengantar akuntansi setiap Sabtu. Dari kegiatan inilah saya mulai mengenal akuntansi lebih dalam, mengatasi rasa takut, dan perlahan-lahan memahami konsep-konsep yang awalnya terasa seperti bahasa asing.

Hari Belajar Tambahan yang Menyelamatkan
Setiap Sabtu, saya meluangkan waktu khusus untuk mengikuti les pengantar akuntansi. Awalnya, saya ragu. Saya bertanya-tanya, “Apa mungkin anak IPA seperti saya bisa memahami semua ini?” Tapi setelah beberapa pertemuan, saya sadar bahwa belajar akuntansi sebenarnya bukan soal latar belakang, melainkan soal niat dan konsistensi.
Pagi Sabtu saya biasanya dimulai dengan menyiapkan buku catatan, kalkulator, dan mental yang siap menerima materi baru. Sesampainya di tempat les, saya langsung disambut suasana hangat dari tutor dan teman-teman yang senasib – banyak juga di antara mereka yang berasal dari jurusan IPA seperti saya.

Kenapa Saya Memilih Les?
Bagi saya, kuliah saja tidak cukup. Materi yang diajarkan di kelas sering terasa terlalu cepat dan penuh dengan istilah teknis yang belum saya pahami. Les pengantar akuntansi membantu saya untuk:
1. Memahami Dasar-dasar Akuntansi
Tutor di kelas les menjelaskan materi secara perlahan dan menggunakan analogi yang mudah dimengerti. Misalnya, mereka menjelaskan bahwa persamaan dasar akuntansi (aset = kewajiban + ekuitas) itu seperti harta, utang, dan modal yang kita miliki sehari-hari.
2. Praktik Langsung dengan Soal-soal
Berbeda dengan kuliah yang kadang minim latihan, les memberikan banyak soal untuk dikerjakan. Dengan berlatih, saya jadi lebih paham bagaimana cara membuat jurnal, menyusun buku besar, hingga laporan keuangan sederhana.
3. Belajar Tanpa Takut Salah
Saya merasa lebih nyaman bertanya di kelas les. Tutor selalu sabar menjelaskan ulang hingga saya benar-benar paham. Suasana ini membantu saya menghilangkan rasa takut salah yang sering muncul saat belajar di kelas.

Tantangan Sebagai Anak IPA
Sebagai anak IPA, salah satu tantangan terbesar saya adalah membiasakan diri dengan istilah dan logika akuntansi. Dulu, saya terbiasa dengan rumus fisika atau reaksi kimia. Kini, saya harus memahami konsep debit, kredit, dan saldo normal akun.
Tantangan lainnya adalah mengubah cara berpikir. Jika di IPA saya belajar memecahkan soal dengan satu jawaban pasti, di akuntansi saya harus memahami logika dan alur pencatatan yang sering kali membutuhkan interpretasi lebih dalam.

Progres yang Saya Rasakan
Setelah beberapa bulan mengikuti les setiap Sabtu, saya mulai merasakan hasilnya:
1. Saya bisa mengikuti perkuliahan dengan lebih baik. Istilah yang dulu membingungkan kini terasa lebih familiar.
2. Yang terpenting, saya mulai menikmati belajar akuntansi.

Pesan untuk Anak IPA yang Sedang Belajar Akuntansi
Jika kamu juga anak IPA yang merasa terjebak di dunia akuntansi, jangan takut! Semua hal baru memang membutuhkan adaptasi, tapi bukan berarti tidak bisa dipelajari. Dengan usaha, konsistensi, dan bantuan yang tepat seperti les tambahan, kamu pasti bisa memahami akuntansi dengan baik.
Sabtu saya kini tak lagi terasa berat, karena setiap pertemuan les adalah langkah kecil menuju impian saya. Jika saya bisa, kamu juga pasti bisa!

Jadi, bagaimana Sabtumu? Sudahkah kamu mengisinya dengan sesuatu yang membuatmu selangkah lebih dekat dengan tujuanmu?













Minggu, 17 November 2024

9. MINGGU TENANG


Hari Minggu selalu jadi hari spesial bagi anak kampus. Setelah seminggu disibukkan oleh jadwal kuliah, tugas, dan mungkin organisasi, akhirnya datang juga waktu untuk sedikit bersantai. Minggu kali ini, saya memutuskan untuk memulai hari dengan menonton drama Korea (drakor) favorit dan menyelesaikan tugas kuliah di sore harinya.

Maraton Drakor, Me Time yang Berharga
Seperti biasa, Minggu pagi dimulai dengan bangun agak siang. Setelah sarapan sederhana sayapun membuka hp untuk maraton Drakor.
Judul pilihanku kali ini adalah drama bergenre romantis dengan sedikit sentuhan komedi. Alurnya ringan, tapi tetap bikin penasaran. Episode pertama selesai, terus lanjut ke episode berikutnya. 
Maraton drakor di pagi hari seperti ini rasanya jadi semacam terapi. Saya bisa sejenak melupakan tugas, deadline, dan semua drama kehidupan nyata.

Waktunya Rehat Sejenak
Setelah puas nonton (dan mataku mulai lelah menatap layar), saya memutuskan untuk berhenti sejenak. Siang hari biasanya aku gunakan untuk makan siang sambil ngobrol ringan dengan kakak saya karna kebetulan kami tinggal berdua dikos. Kadang, kami berbagi cerita soal drakor yang sedang kami tonton.
Setelah itu, saya menyempatkan diri untuk tidur siang sebentar. Ini penting supaya energiku kembali terisi untuk sesi tugas di sore harinya.

Menyelesaikan Tugas dengan Fokus
Menjelang sore, saatnya kembali ke realitas. Saya membuka laptop, mengeluarkan buku catatan, dan mulai mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan Senin pagi. Biasanya, tugas ini berupa presentasi ataupun hitungan.
Fokus di awal kadang susah, apalagi setelah menikmati pagi yang santai. Tapi saya punya cara sendiri yaitu dengan memasang playlist musik instrumental sebagai latar belakang. Musik ini cukup membantu menciptakan suasana kondusif untuk bekerja.

Refleksi dan Penutup Hari
Setelah tugas selesai, saya merasa lega. Sebelum tidur, saya biasanya meluangkan waktu untuk refleksi. Minggu ini terasa seimbang, saya punya waktu untuk bersantai, tapi juga berhasil menyelesaikan tanggung jawabku sebagai mahasiswa.
Sebagai penutup, saya menyempatkan menonton satu episode drakor lagi. Rasanya seperti hadiah untuk diriku sendiri setelah berhasil menyelesaikan tugas.

Minggu yang Seimbang, Minggu yang Bahagia
Bagi anak kampus, hari Minggu sering kali jadi hari multitasking, di satu sisi, ingin bersantai, tapi di sisi lain, ada tugas yang menunggu. Tapi saya belajar bahwa semuanya bisa dijalani dengan seimbang. Nikmati waktu santai di pagi hari, lalu manfaatkan sisa harinya untuk produktif.
Karena pada akhirnya, Minggu yang baik adalah Minggu yang bisa membuat kita lebih siap menghadapi hari Senin.

Bagaimana Minggumu hari ini?
ceritakan dikolom komentar yakk..














8. TERJEBAK HUJAN DI KAMPUS


Pernahkah kalian merasa terjebak dalam situasi yang tak terduga, di mana hujan deras datang begitu cepat dan membuat kalian harus bertahan lebih lama dari yang direncanakan? Itulah yang terjadi pada kami di kampus beberapa waktu lalu. Saya ingin berbagi kisah tentang bagaimana kami, sekumpulan teman, terjebak hujan deras sampai jam 7 malam, dan beberapa dari kami berani menerobos hujan demi pulang.

Hari yang Tampaknya Biasa
Awalnya, hari itu seperti hari-hari kampus pada umumnya. Kami menghadiri beberapa kuliah, dan menikmati waktu istirahat di kantin. Tidak ada yang menyangka bahwa hujan lebat akan datang begitu mendalam mengubah rencana. Saat itu, langit mulai menggelap dan angin kencang bertiup. Tiba-tiba, hujan deras turun dengan sangat cepat. Dalam beberapa menit saja, jalanan kampus dipenuhi genangan air, dan segala aktivitas menjadi terhenti.

Terkurung di Kampus
Kami yang semula sudah merencanakan untuk pulang segera mendapati diri kami terjebak di kampus, bersama dengan teman-teman lainnya yang juga tak bisa berbuat banyak. Ruangan menjadi tempat berlindung sementara, dan setiap percakapan mengarah pada satu pertanyaan: "Bagaimana kalau hujan tidak berhenti?" Waktu berlalu, dan kami pun memutuskan untuk menunggu sampai keadaan membaik.
Namun, meski kami merasa nyaman di dalam ruang kuliah, ada perasaan tak sabar yang mulai muncul. Beberapa teman mulai mengecek aplikasi cuaca di ponsel, berharap hujan segera reda. Tapi, jam demi jam berlalu, dan hujan tampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.

Keputusan Berani
Setelah berjam-jam menunggu, beberapa teman memutuskan untuk memberanikan diri pulang meski hujan belum juga berhenti. Mereka mengenakan jas hujan seadanya dan mulai memacu motor mereka menerobos genangan air. Walaupun ada rasa cemas dan khawatir, keberanian mereka untuk keluar dari zona nyaman menjadi cerita tersendiri.
Kami yang memilih tetap tinggal di kampus hanya bisa menyaksikan mereka dengan rasa campur aduk: kagum dengan keberanian mereka dan sedikit khawatir tentang keadaan yang mereka hadapi di luar sana. Tentu saja, kami semua berharap mereka sampai dengan selamat meski harus menghadapi hujan yang terus mengguyur.

Tahanan Waktu di Kampus
Sementara itu, bagi kami yang tetap bertahan, waktu terasa berjalan begitu lambat. Kami berusaha mencari kegiatan untuk mengisi waktu. Beberapa dari kami memutuskan untuk berbicara lebih dalam tentang kehidupan, impian, dan masa depan. Ada juga yang menikmati momen dengan memeriksa tugas kuliah atau sekadar bercanda agar suasana tetap ringan.
Malam semakin larut dimana jam menunjukkan pukul 7, dan hujan pun perlahan mulai reda. Namun, meski kami sudah bisa pulang, perasaan kesal dan lelah tetap terasa. Beberapa teman yang berani menerobos hujan sudah lebih dulu sampai ke rumah, dan kami yang masih menunggu di kampus bisa merasakan rasa syukur yang mendalam.

Hujan yang menghalangi kami untuk pulang lebih awal mungkin tampak seperti musibah kecil. Namun, di balik cerita itu, kami menemukan sebuah pelajaran berharga: tentang keberanian, dan bagaimana menghadapi ketidakpastian bersama. Kami belajar bahwa dalam situasi sulit, kita bisa saling mendukung dan berbagi momen yang tak terlupakan.
Terjebak hujan bukan hanya sekadar masalah cuaca. Itu adalah cerita tentang bagaimana kita memilih untuk saling menjaga satu sama lain, tentang keberanian untuk keluar dari kenyamanan, dan tentang seberapa banyak kenangan yang bisa tercipta hanya karena satu keputusan kecil.
Jadi, meskipun kami terjebak hujan sampai malam, kami akan selalu mengenang hari itu sebagai momen berharga kami.




























7. REUNI BERSAMA TEMAN SMA


Reuni selalu punya cerita. Ada rindu yang mengalir, tawa yang terpecah, dan kenangan yang kembali hidup. Kali ini, reuni bersama teman-teman SMA terasa lebih spesial karena dijemput langsung oleh tuan rumah. Dari sore hingga malam, momen penuh kehangatan ini menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Jemputan yang Membuka Cerita
Jam menunjukkan pukul 4.30 sore ketika sebuah mobil berhenti di depan rumahku. Tuan rumah, teman lama yang selalu punya senyum hangat, melambai dari balik kemudi. “Ayo, sudah siap?” sapanya, penuh semangat. Rasanya seperti kembali ke masa-masa SMA, saat kami saling menunggu untuk berangkat bersama ke sekolah.
Perjalanan menuju rumahnya tidak pernah terasa canggung. Kami berbicara tentang banyak hal mulai dari cerita tentang perkuliahan hingga cerita lucu saat SMA. Suasana yang akrab langsung menyelimuti, membuat perjalanan singkat itu penuh dengan tawa.

Rumah yang Menyambut dengan Kehangatan
Setibanya di rumahnya tepat pukul 5 sore, suasana langsung terasa hidup. Beberapa teman sudah datang lebih dulu, dan suara gelak tawa terdengar dari ruang tamu. 
Tuan rumah dengan ramah mengajak kami masuk, memastikan semua nyaman. “Jangan malu-malu ya, anggap rumah sendiri,” ucapnya sambil tertawa kecil. Ucapan itu membuat semua orang langsung merasa santai.

Nostalgia yang Tak Ada Habisnya
Obrolan dimulai dengan pertanyaan klasik: “Sekarang sibuk apa?” Tapi seperti biasa, topik cepat bergeser ke cerita lama. Foto-foto masa SMA dibuka, dan setiap gambar memicu tawa, canda, bahkan sedikit rasa malu.
“Eh, ini kamu waktu kena razia rambutkan? Masih ingat nggak” cerita salah satu teman, yang langsung diikuti gelak tawa.
Tidak hanya itu, musik-musik yang diputar pun membawa suasana nostalgia. Lagu-lagu yang dulu selalu diputar di kelas kini mengalun lembut, seolah mengiringi perjalanan kami kembali ke masa remaja.

Makan Malam dan Obrolan Hangat
Sekitar pukul 8 malam, makan malam sederhana disajikan. Tidak ada yang mewah, tapi kehangatan kebersamaan membuat semuanya terasa istimewa. Kami menikmati hidangan sambil berbicara lebih dalam tentang kehidupan sekarang, dari tantangan kuliah hingga kisah-kisah lucu saat masih SMA.
“Ternyata, kita semua sudah sejauh ini ya. Tapi tetap saja, konyolnya nggak berubah,” ucap salah satu teman, yang lagi-lagi membuat semua tertawa.

Menutup Malam dengan Kenangan Manis
Tanpa terasa, waktu menunjukkan pukul 10 malam. Waktunya pamit. Tuan rumah kembali menunjukkan keramahan luar biasanya dengan mengantar beberapa teman pulang, termasuk aku. Sepanjang perjalanan, kami membahas betapa serunya malam itu dan merencanakan pertemuan berikutnya.
“Next time di tempat siapa nih? Kalau bisa, lebih sering ketemu biar makin seru,” katanya sambil tertawa.

Malam itu membuktikan bahwa persahabatan yang tulus tidak akan pudar meski waktu terus berjalan. Meski sudah menjalani kehidupan masing-masing, reuni ini mengingatkan kami betapa pentingnya menjaga koneksi dan menghargai kebersamaan.
Aku pulang dengan hati yang penuh, membawa kenangan yang akan terus melekat. Reuni ini bukan hanya tentang nostalgia, tapi juga tentang merayakan persahabatan yang tidak pernah usang.


















6.KESERUAN BERJALAN-JALAN BERSAMA TEMAN KELAS DI KMI EXPO UHO


Akhir pekan kemarin, saya dan teman-teman kelas memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama di KMI Expo Universitas Halu Oleo. Expo ini memang dikenal sebagai salah satu acara tahunan terbesar di universitas, di mana berbagai inovasi, hiburan, dan permainan interaktif ditawarkan. Kami sepakat untuk mencoba berbagai game yang tersedia di sana—sebuah cara yang sempurna untuk melepaskan penat dari rutinitas kuliah!

Awal Perjalanan
Sore itu kebetulan kami tidak ada kelas, suasana kampus terasa begitu hidup. Booth-booth warna-warni berjajar rapi, masing-masing menampilkan tema uniknya. Kami memulai perjalanan dengan berkeliling area expo untuk melihat apa saja yang ditawarkan. Suara musik, sorak-sorai, dan tawa pengunjung membuat suasana semakin meriah. Disini ada banyak sekali game yang tersedia 

Panahan
Booth ini menarik perhatian saya Awalnya, saya merasa gugup karena ini adalah kali pertama saya memegang busur panah. Tetapi, setelah mendapat arahan dari instruktur, rasa percaya diri mulai tumbuh. Salah satu teman kami, yang ternyata diam-diam memiliki bakat, berhasil menembakkan panah tepat di tengah sasaran!karena suasananya yang sporty dan kompetitif. Banyak pengunjung mencoba peruntungan mereka dengan busur dan anak panah, berusaha mengenai papan target.
Awalnya, saya merasa gugup karena ini adalah kali pertama saya memegang busur panah. Tetapi, setelah mendapat arahan dari Kakak- kakak yang ada disana rasa percaya diri mulai tumbuh. Salah satu teman kami, yang ternyata diam-diam memiliki bakat, berhasil menembakkan panah tepat sasaran! Teriakan dan tepuk tangan dari kami pun pecah.
Namun, momen paling lucu adalah ketika salah satu teman tidak sengaja menembakkan panah ke arah yang salah (tentu saja masih aman). Kami semua tertawa terbahak-bahak sambil mengejeknya dengan baik hati. Selain bersenang-senang, game ini mengajarkan kami untuk fokus dan sabar.

Malam yang tenang 
Setelah selesai berkeliling dan bermain game, kami menghabiskan malam dengan menikmati jajanan khas di area food court expo. Lampu-lampu hias yang berkilauan di sekitar booth menambah kehangatan suasana. Kami duduk bersama, saling berbagi cerita sambil menikmati minuman segar dan camilan lokal yang kami beli.
Saat jam menunjukkan pukul 8 malam, expo masih dalam keadaan sangat ramai. Dengan perasaan puas dan hati yang penuh kebahagiaan, kami memutuskan untuk pulang. Hari itu bukan hanya tentang mencoba game atau berkeliling saja, tetapi juga tentang mempererat kebersamaan di tengah kesibukan kuliah.

Berjalan-jalan di KMI Expo Universitas Halu Oleo bersama teman kelas benar-benar menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Panahan mengajarkan kami fokus dan kerjasama.
Bagi kalian yang belum sempat mengunjungi expo ini, pastikan untuk menyempatkan diri tahun depan! Jangan lupa untuk mencoba hal-hal baru bersama teman-teman. Percayalah, momen seperti ini akan selalu terasa istimewa.
Bagaimana pengalaman kalian di expo ini? Yuk, cerita di kolom komentar!



















5. PENGALAMAN MENJADI PANITIA WAITERS DI BAZAR AKUNTANSI 2024

 

Setiap tahun, Bazar Akuntansi Universitas Haluoleo menjadi salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu. Tahun ini, saya mendapat kesempatan untuk bergabung sebagai panitia, tepatnya sebagai waiters di salah satu stand makanan tepatnya di Surabi biba. Tugas yang terlihat sederhana ini ternyata penuh cerita dan pengalaman berharga.

Konsep Bazar
Bazar Silaturahmi Akuntansi UHO 2024 bukan hanya menjadi ajang transaksi jual beli produk, tetapi juga platform untuk berinteraksi dan menjalin koneksi antara berbagai pihak yang terlibat. Acara ini dirancang berfokus pada menjalin hubungan silaturahmi antar Senior dan Junior 
Setiap tahun, acara ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa aktif, tetapi juga oleh para alumni yang kembali untuk berbagi pengalaman dan mendukung kegiatan ini.

Tujuan
Salah satu tujuan utama dari Bazar Silaturahmi Akuntansi UHO adalah untuk mempererat hubungan antar mahasiswa, dosen, alumni, dan masyarakat sekitar. Dalam suasana yang lebih santai, acara ini memberikan kesempatan kepada seluruh pihak untuk berinteraksi lebih dekat, berbagi cerita, serta saling mengenal lebih baik.
Selain itu, kepedulian sosial menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Setiap tahun, hasil dari penjualan bazar ini sebagian besar akan disumbangkan untuk berbagai kegiatan sosial yang berguna bagi masyarakat sekitar kampus UHO. Sehingga, meskipun bazar ini terlihat seperti ajang bisnis, tetap ada unsur berbagi yang menjadi inti dari setiap transaksi yang terjadi.

Persiapan Bazar
Ketika jarum jam mendekati pukul 6 malam, area bazar sudah mulai dipadati pengunjung. Sebagai waiters, saya bertugas memastikan pesanan pelanggan tersampaikan dengan cepat dan rapi. Kami juga harus mempersiapkan meja, kursi, dan menyusun perlengkapan agar terlihat menarik dan nyaman.
Sore itu, suasana mulai terasa hangat dengan iringan musik yang menggema di sekitar bazar. Stand makanan dan minuman yang berjejer menawarkan beragam pilihan lezat, mulai dari makanan tradisional hingga jajanan modern.

Kegiatan Utama
Bazar Silaturahmi Akuntansi UHO 2024 dimulai dengan pembukaan resmi yang dihadiri oleh para mahasiswa, dan beberapa alumni.
Acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan hiburan seperti musik akustik, lomba games antar mahasiswa, dan performance dari mahasiswa yang memiliki bakat seni. Hal ini membuat suasana bazar semakin meriah dan tidak hanya sekadar acara jual beli, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan sisi kreatif dari mahasiswa.

Jam Sibuk, Menghadapi Lonjakan Pengunjung
Menjelang pukul 9 malam, suasana semakin ramai. Pesanan terus berdatangan, dan saya harus bergerak cepat. Tantangan terbesar adalah menjaga senyuman meski kaki mulai lelah berdiri. Tidak hanya itu, komunikasi dengan tim dapur juga menjadi kunci untuk memastikan setiap pesanan tepat waktu.

Tantangan di Tengah Malam
Memasuki pukul 11 malam hingga dini hari, energi mulai menurun, tetapi semangat kami tetap menyala. Banyak pengunjung yang datang untuk menikmati suasana malam sambil bercengkerama. Sebagai waiters, saya belajar pentingnya manajemen energi dan menjaga konsistensi pelayanan meski kantuk mulai menyerang.
Ketika waktu menunjukkan pukul 1 subuh, jumlah pengunjung mulai berkurang. Ini menjadi momen bagi saya dan rekan-rekan panitia untuk saling berbagi cerita dan menikmati sisa makanan yang ada. Meski lelah, ada kepuasan tersendiri saat melihat pengunjung puas dan acara berjalan lancar

Pelajaran Berharga
Menjadi panitia di Bazar Akuntansi ini memberikan banyak pelajaran berharga. Saya belajar tentang kerja tim, pentingnya komunikasi, dan bagaimana menghadapi situasi yang menantang dengan senyuman.
Bazar ini tidak hanya menjadi ajang kuliner dan hiburan, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa, dengan senior. Sebagai bagian dari acara ini, saya merasa bangga bisa turut berkontribusi dalam menciptakan momen indah yang akan dikenang banyak orang.

Apakah saya lelah? Tentu saja! Tapi pengalaman ini tidak akan pernah saya lupakan. 



Sampai jumpa di Bazar Akuntansi berikutnya!















Sabtu, 16 November 2024

4. PERTAMA KALINYA MENGIKUTI SEMINAR DI UNIVERSITAS HALU OLEO


Sebagai mahasiswa baru di Universitas Halu Oleo (UHO), pengalaman pertama mengikuti seminar adalah salah satu momen yang paling berkesan dalam perjalanan awal saya sebagai seorang mahasiswa. Seminar ini diadakan di Stadion Mini Fakultas, tempat yang begitu megah dan penuh dengan energi mahasiswa yang sama-sama antusias memulai babak baru dalam hidup mereka.

Persiapan Penuh Antusiasme
Seminar ini merupakan acara pertama yang saya ikuti setelah resmi menjadi mahasiswa UHO. Pagi itu, saya sudah bangun lebih awal, memastikan semuanya siap dari pakaian formal berupa kemeja pink dan celana putih hingga alat tulis yang akan digunakan untuk mencatat materi seminar.
Rasa gugup tidak dapat saya hindari. Sebagai maba, saya masih asing dengan lingkungan kampus yang begitu luas. Namun, rasa penasaran dan semangat untuk belajar mengalahkan kecemasan saya. Dengan bertanya kepada teman baru dan mengikuti arah kerumunan mahasiswa lain, akhirnya saya sampai di Stadion Mini Fakultas.

Stadion Mini Fakultas, Ikonik dan Megah
Ketika pertama kali melihat Stadion Mini Fakultas, saya terkesima dengan suasananya. Tempat ini terasa begitu megah dan menampung ratusan mahasiswa baru yang bersiap untuk mengikuti acara. Suasana ramai namun teratur membuat saya merasa menjadi bagian dari sesuatu yang besar.
Saya mengambil tempat duduk di bagian depan, berusaha mendapatkan posisi terbaik untuk mendengarkan materi. Di sekitar saya, maba lain tampak saling berbincang dan berkenalan, sementara saya masih sedikit ragu untuk membuka percakapan. Tak lama pun seminar dimulai antara kagum dan gugup, saat acara dimulai, pembicara pertama adalah Anggota dari ojk, ia memulai dengan memberikan motivasi tentang pentingnya pendidikan tinggi dan bagaimana peran kami sebagai generasi muda untuk masa depan.
Materi yang disampaikan sangat menarik, meskipun ada beberapa istilah yang terdengar asing di telinga saya. Saya berusaha mencatat setiap poin penting yang disampaikan itu kedalam hp saya. Dalam hati, saya berpikir, “Inilah dunia akademik yang sebenarnya. Tidak hanya mendengar, tetapi juga harus berpikir dan memahami.”

Sesi Tanya Jawab, Momen Menegangkan
Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian paling menarik sekaligus menegangkan. Saya melihat beberapa mahasiswa berani mengangkat tangan dan mengajukan pertanyaan yang sangat berbobot. Dalam hati, saya ingin sekali ikut bertanya, tetapi rasa takut salah atau kurang percaya diri membuat saya memilih diam.
Namun, pengalaman ini memberikan pelajaran berharga. Saya menyadari bahwa keberanian untuk berbicara di depan umum adalah hal yang harus saya pelajari selama masa kuliah.

Kesan yang Saya Bawa Pulang
Setelah seminar selesai, saya merasa sangat puas. Meskipun tidak sempat berinteraksi banyak dengan orang lain atau bertanya di depan umum, saya membawa pulang banyak hal yakni:
1. Wawasan Baru: Materi seminar membuka pikiran saya tentang dunia perkuliahan dan tantangan yang akan datang.
2. Pengalaman Berharga: Saya belajar bagaimana mengikuti acara formal di kampus.
3. Semangat Baru: Seminar ini memotivasi saya untuk lebih serius dalam menempuh pendidikan di UHO.

Refleksi dan Harapan
Pengalaman pertama ini membuat saya sadar bahwa dunia perkuliahan bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga tentang membangun keberanian, memperluas wawasan, dan memperkaya diri melalui berbagai pengalaman.
Ke depannya, saya berharap dapat lebih aktif dalam kegiatan seperti ini—tidak hanya sebagai peserta yang mendengarkan, tetapi juga sebagai individu yang berani bertanya dan berkontribusi.

Penutup
Seminar pertama di Stadion Mini Fakultas Universitas Halu Oleo adalah langkah awal yang menginspirasi saya untuk terus berkembang. Meskipun masih banyak hal yang harus saya pelajari, momen ini menjadi pijakan penting dalam perjalanan saya sebagai mahasiswa.
Bagi teman-teman maba lainnya, jangan takut untuk mengambil setiap peluang yang ada. Setiap pengalaman, sekecil apa pun, akan membantu kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.














3. PENGALAMAN TAK TERLUPAKAN DI PKKMB UNIVERSITAS HALU OLEO


Memulai Langkah Baru sebagai Mahasiswa Akuntansi

Hari yang Dinantikan yaitu hari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) adalah momen penting yang saya tunggu-tunggu sejak resmi menjadi mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO). Sebagai mahasiswa baru jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, saya sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang khusus untuk memperkenalkan kami pada dunia kampus.

Meskipun PKKMB secara resmi hanya berlangsung sehari untuk pengenalan fakultas dan jurusan, persiapan menuju hari puncak telah dimulai jauh sebelumnya. Salah satu kegiatan yang paling ikonik adalah papermob, yang memerlukan latihan intensif selama tiga hari. Kegiatan ini bukan hanya soal kebersamaan, tetapi juga tentang kerja keras dan dedikasi yang akhirnya ditutup dengan serangkaian acara inspiratif di hari puncak PKKMB.

Persiapan Papermob yang Melatih Kekompakan

Sebelum hari puncak PKKMB, kami menjalani tiga hari latihan papermob yang berlangsung di lapangan utama UHO. Ribuan mahasiswa baru dari berbagai jurusan berkumpul untuk mempersiapkan formasi visual menggunakan kertas warna-warni.

Pada hari pertama, panitia memberikan arahan dasar tentang formasi dan koordinasi. Saya, bersama teman-teman jurusan Akuntansi, berada di salah satu ruangan dijurusan akuntansi untuk membuat papermob. Hari kedua diisi dengan latihan penuh, mengasah kekompakan dan ketepatan waktu. Hari ketiga menjadi hari gladi bersih, di mana kami mulai melihat hasil kerja keras kami. Meskipun panas terik menjadi tantangan, semangat dan antusiasme teman-teman membuat semua terasa ringan. Kegiatan ini membangun rasa kebersamaan yang luar biasa, sebuah fondasi penting untuk memulai kehidupan kampus.

Hari PKKMB, Pagi yang Penuh Semangat dengan Papermob

Hari PKKMB resmi dimulai pagi hari dengan acara papermob. Saya berangkat ke jurusan sekitar pukul 5 pagi dan berkumpul sembari menunggu teman-teman kami. Tepat pukul 6 pagi kami pun mulai berjalan menuju lapangan utama Universitas Halu Oleo, dengan atribut seragam masing-masing fakultas. Mahasiswa Akuntansi, bagian dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengenakan atribut khas biru muda yang mencerminkan identitas kami.

Pada aba-aba pertama, kami mengangkat kertas warna-warni sesuai formasi yang telah dilatih sebelumnya. Hasilnya sungguh memukau! Tulisan besar nama fakultas dan logo kampus terlihat jelas dari atas. Semua lelah selama tiga hari latihan itu terbayar lunas dengan hasil yang begitu memuaskan.

Kegiatan papermob ini menjadi momen bersejarah bagi kami, sekaligus menjadi simbol kekompakan dan semangat dalam memulai perjalanan akademik.

Pengenalan Jurusan dan Wawasan Akademik

Setelah papermob, kami diarahkan ke aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk sesi pengenalan jurusan. Acara ini dibuka oleh Dekan dan beberapa dosen lainnya, yang menjelaskan visi, misi, dan prospek karier lulusan jurusan kami. 

Kami juga diperkenalkan dengan struktur kurikulum, mata kuliah utama, dan program-program unggulan yang ditawarkan. 

Selain itu, ada sesi pengenalan organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Kakak-kakak dari HMJ menjelaskan berbagai kegiatan menarik yang mendukung pengembangan soft skill, seperti pelatihan jurusan, seminar nasional, hingga kompetisi tingkat regional dan nasional. Sebelum kembali ke jurusan masing-masing kami bersama-sama mengucapkan sumpah sebagai bagian dari Universitas Halu Oleo.

Diskusi Inspiratif dan Aktivitas Sosial

Setelah kembali ke jurusan kami pun istirahat dan makan siang, setelah kami istirahat kamipun dikumpul sesuai dengan kelompok kami yang telah dibagi dari jauh jauh hari. Disini kami menampilkan beberapa yel-yel dan lomba lomba yang telah kami siapkan, setelah penampilan yel-yel selesai kamipun diarahkan oleh kakak-kakak LO kami ke aula untuk mendapatkan materi.

Setelah sesi materi, kami diajak keliling-keling jurusan, disini kami dikenalkan nama-nama ruangan, dll. Setelah keliling kami pun di arahkan untuk pulang ke rumah masing-masing karena disaat itu juga jam sudah menunjukkan pukul 5 lewat.

Penutupan yang Berkesan

Beberapa hari kemudian kami pun diarahkan untuk berkumpul di salah satu ruangan akuntansi tepatnya di aula, disini kami diberi beberapa renungan, materi, pengumuman kemenangan bagi kelompok yang beruntung dan masih banyak hal lainnya, acara penutupan berlangsung dengan penuh kesan. Sebelum kami pulang ke rumah masing-masing tidak lupa kami memberi sedikit hadiah untuk kakak-kakak panitia kami, disini juga kami mengadakan sesi foto bersama.

Refleksi

PKKMB satu hari di Universitas Halu Oleo, khususnya di jurusan Akuntansi, memberikan pengalaman berharga yang tidak akan saya lupakan. Setiap aktivitas, mulai dari papermob, pengenalan jurusan, diskusi inspiratif, hingga penutupan, memberikan makna mendalam tentang arti kebersamaan, tanggung jawab, dan semangat belajar.

Sebagai mahasiswa baru, saya merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan dunia perkuliahan. PKKMB telah memberikan fondasi yang kuat untuk menjelajahi kehidupan kampus, mengenal teman-teman baru, dan memahami peran saya sebagai bagian dari keluarga besar UHO.

Terima kasih kepada Universitas Halu Oleo, panitia PKKMB, dan dosen-dosen atas pengalaman luar biasa ini. PKKMB bukan hanya pengenalan, tetapi juga perjalanan menuju kedewasaan. Saya bangga menjadi bagian dari UHO dan siap menjalani perjalanan akademik dengan semangat dan dedikasi.


Salam hangat,

Mahasiswa Akuntansi UHO 2024






2. PERJALANAN PANJANG MASUK KE UNIVERSITAS HALU OLEO


Bagi banyak pelajar di Sulawesi Tenggara, Universitas Halu Oleo (UHO) bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan simbol harapan dan kebanggaan. Universitas ini terletak di Kota Kendari, UHO dikenal sebagai universitas terbesar di wilayah ini dengan beragam fakultas, program studi, dan reputasi yang terus berkembang.
Bagi saya, UHO bukan sekadar pilihan, tetapi tujuan hidup. Perjalanan menuju kampus ini dipenuhi perjuangan, mulai dari persiapan akademik hingga momen-momen penuh harapan ketika pengumuman tiba.

Sebuah Harapan Bernama SNBP
Bagi setiap siswa SMA, Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) adalah pintu gerbang menuju impian untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri. Begitu pula bagi saya, yang sejak awal sudah menargetkan Universitas Halu Oleo (UHO), khususnya jurusan Akuntansi.

Jurusan ini bukan hanya tentang angka dan laporan keuangan, tetapi juga menawarkan prospek karier yang luas, menjanjikan dan peluang untuk berkontribusi dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Dalam blog ini, saya ingin berbagi perjalanan penuh perjuangan, harapan, dan kebahagiaan ketika akhirnya saya berhasil lolos ke UHO melalui jalur SNBP.

Awal Perjalanan: Menentukan Pilihan
Perjalanan ini dimulai sejak saya kelas 11 semester 2 , ketika saya membuka tiktok tiba-tiba info mengenai SNBP bermunculan diberanda tiktok saya, disitu saya langsung mencari tau mengenai apa itu SNBP. Saya langsung tertarik dengan SNBP karena jalur ini menggunakan nilai rapor dan prestasi akademik sebagai pertimbangan utama.

Namun, memilih jurusan dan universitas bukanlah hal yang mudah. Saya harus mempertimbangkan minat, bakat, dan peluang masa depan. Dulunya saya ingin mengambil jurusan Manajemen tetapi karena beberapa saran dari saudara-saudara saya, saya akhirnya memilih Akuntansi  UHO untuk menjadi pilihan pertama saya karena

Proses Menuju SNBP: Persiapan dan Tantangan
Masuk ke jalur SNBP bukan sekedar menunggu nilai rapor tinggi. Saya harus memastikan bahwa saya harus bisa bersaing di antara ribuan pesaing lainnya.
Maka dari itu akhirnya saya mencoba beberapa hal yaitu:

1. Fokus pada Akademik
Saya mulai serius memperbaiki nilai rapor sejak kelas 10. Setiap semester, saya berusaha mendapatkan nilai terbaik, walaupun itu tidak mudah tapi saya yakin bahwa saya bisa.
"Kalau orang lain bisa kenapa kita tidak gituu" pikirkuu...

2. Membangun Prestasi Non-Akademik
Selain nilai rapor, prestasi di luar kelas juga penting. Saya aktif mengikuti beberapa kompetisi olimpiade online dan berhasil meraih beberapa penghargaan tingkat kabupaten dan nasional. Hal ini menjadi nilai tambah dalam portofolio SNBP saya. Oh iyaaa guys sebelum kalian ikut lomba olimpiade online, kalian harus pastiin dulu lembaga yang mengadakan olimpiade tersebut yakk.

Pengumuman SNBP: Hari yang Tak Terlupakan
Hari pengumuman SNBP adalah salah satu momen paling menegangkan dalam hidup saya, rasa takut, kecewa dan sedih terus muncul di pikiran saya. Saat itu, saya tahu bahwa apapun hasilnya itulah yang akan menentukan jalan hidup saya. Akhirnya tepat pukul 15.00 WITA, saya membuka situs resmi SNBP dengan tangan gemetar dan sambil berdoa. Setelah memasukkan nomor pendaftaran, and yaa muncullah tulisan:

"Selamat! Anda dinyatakan lulus seleksi SNBP 2024" , di Universitas Haluoleo, Dengan Program Studi Akuntansi."
🥹🥹

Perasaan bangga, haru, dan syukur bercampur jadi satu. Akhirnya perjuangan panjang saya membuahkan hasil.

Pendaftaran Ulang: Awal Persiapan Menjadi Mahasiswa
Setelah dinyatakan lulus, langkah berikutnya adalah pendaftaran ulang. Proses ini melibatkan banyak persyaratan, seperti:
SKTM, Pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal), dll.

Meskipun cukup merepotkan, pengalaman ini memberikan pelajaran penting tentang tanggung jawab sebagai calon mahasiswa. Saya juga mulai mempersiapkan diri untuk pindah ke Kendari, termasuk mencari tempat tinggal dekat kampus.

Hari Pertama di Kampus: Bertemu dengan Dunia Baru
Hari pertama di Universitas Halu Oleo adalah momen yang luar biasa. Sebagai mahasiswa baru jurusan Akuntansi, saya merasa bangga dan antusias untuk memulai perjalanan akademik saya.

PKKMB menjadi pintu awal mengenal teman-teman baru, dosen, dan lingkungan kampus. Saya terkesan dengan suasana UHO yang modern tetapi tetap asri. Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis tempat saya akan belajar terlihat megah, dan fasilitasnya sangat mendukung proses perkuliahan.

Refleksi: Makna Perjalanan Ini
Perjalanan saya masuk ke Universitas Halu Oleo melalui jalur SNBP bukanlah sesuatu yang instan. Dibutuhkan kerja keras, fokus, dan doa yang konsisten. Momen ini mengajarkan saya bahwa:
1. Tidak ada usaha yang sia-sia.
2. Dukungan keluarga dan guru adalah hal yang sangat berarti.
3. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan.

Sebagai mahasiswa baru jurusan Akuntansi, saya merasa bangga menjadi bagian dari Universitas Halu Oleo. Saya bertekad untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, belajar dengan giat, dan berkontribusi dalam bidang keuangan di masa depan.

Bagi siapa pun yang sedang berjuang untuk masuk ke perguruan tinggi impian, percayalah pada proses dan kemampuan diri sendiri. Jika saya bisa, Anda pun pasti bisa. Universitas Halu Oleo adalah awal baru untuk meraih mimpi-mimpi besar, dan saya bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan luar biasa ini.

FIGHTING 💪

















1. MENJELAJAHI KOTA KENDARI, SULAWESI TENGGARA, INDONESIA

 
Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia 

Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, adalah kota yang kaya akan keindahan alam, sejarah, dan budaya. Terletak di pesisir Laut Banda, Kendari tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi di provinsi ini, tetapi juga menjadi destinasi wisata yang menawarkan berbagai pengalaman unik. Kota ini dikenal dengan sebutan "Kota Lulo" dan memiliki motto "Iman, Ihsan, Taqwa". Kendari juga memiliki sejumlah kecamatan dan kelurahan, serta berbagai potensi wisata dan ekonomi, termasuk pelabuhan yang penting bagi perdagangan.

Sejarah Kota Kendari
Kendari memiliki sejarah panjang yang berakar pada Kerajaan Konawe yang berdiri sejak abad ke-15. Nama "Kendari" sendiri berasal dari bahasa lokal "Kendari Wuna," yang berarti tempat berbatu. Seiring waktu, kota ini berkembang menjadi pelabuhan penting di kawasan timur Indonesia. Pada masa kolonial Belanda, Kendari menjadi pusat perdagangan hasil bumi seperti rotan, kopra, dan kayu.
Pada tahun 1964, Kendari resmi ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Sejak saat itu, kota ini mengalami perkembangan pesat dalam berbagai sektor, termasuk infrastruktur, pendidikan, dan pariwisata.

Geografi dan Demografi
Kendari memiliki luas wilayah sekitar 295,89 km² dan dihuni oleh lebih dari 300.000 penduduk. Kota ini dikelilingi oleh pegunungan, sungai, dan pantai yang mempesona, menjadikannya lokasi yang strategis untuk kegiatan perdagangan dan pariwisata. Iklim di Kendari cenderung tropis dengan dua musim utama yakni : musim hujan dan musim kemarau.
Penduduk Kendari terdiri dari berbagai suku, seperti Tolaki, Bugis, Muna, dan Bajo. Keberagaman inilah yang menciptakan harmoni budaya yang khas dan unik di kota ini.

Wisata Alam Kendari
Kendari dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau. Berikut beberapa tempat wisata yang wajib anda kunjungi saat ke Kendari:
1. Pantai Nambo


Pantai ini merupakan salah satu tempat favorit bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Dengan pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih, Pantai Nambo adalah lokasi ideal untuk bersantai, berenang, atau menikmati matahari terbenam.

2. Pantai Toronipa


Kendari, ibu kota Sulawesi Tenggara, memiliki banyak destinasi wisata alam yang memikat, salah satunya adalah Pantai Toronipa. Terletak sekitar 14 kilometer dari pusat kota, pantai ini dikenal dengan keindahan pasir putihnya, perairan yang jernih, dan suasana yang tenang. Pantai Toronipa merupakan salah satu lokasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara yang mencari tempat untuk bersantai atau menikmati keindahan alam pesisir Sulawesi.

3. Masjid Terapung Al Alam Kendari


Masjid Terapung Al Alam Kendari adalah salah satu ikon Kota Kendari yang megah dan penuh makna. Terletak di atas perairan Teluk Kendari, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga menjadi daya tarik wisata religi yang memikat. Keindahan arsitektur, suasana spiritual, dan lokasinya yang unik menjadikan Masjid Al Alam sebagai destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

4. Kebun Raya Kendari 


Kebun Raya Kota Kendari adalah salah satu destinasi wisata edukasi dan konservasi yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara. Terletak di kawasan Nangananga, kebun raya ini berfungsi sebagai tempat pelestarian tumbuhan, penelitian, pendidikan, dan rekreasi. Dengan luas area sekitar 118 hektare, Kebun Raya Kendari menawarkan pemandangan hijau yang asri, udara segar, dan berbagai fasilitas menarik bagi pengunjung.

Kebudayaan dan Tradisi Lokal
Kendari memiliki kekayaan budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakatnya. Salah satu budaya yang paling dikenal adalah tradisi Tolaki, termasuk tarian Lulo yang melibatkan semua orang untuk menari dalam lingkaran sambil berpegangan tangan. Tarian ini sering dipentaskan dalam berbagai acara adat dan festival.
Selain itu, Kendari juga terkenal dengan kerajinan lokal seperti perhiasan emas khas Tolaki dan kain tenun tradisional yang disebut tenun Suku Buton. Produk-produk ini sering dijadikan oleh-oleh oleh wisatawan.

Kuliner Khas Kendari
Tidak lengkap rasanya membahas Kendari tanpa mencicipi kuliner khasnya. Beberapa makanan yang wajib dicoba antara lain:

1. Sinonggi


Makanan khas Suku Tolaki yang berbahan dasar sagu ini disajikan dengan kuah ikan berbumbu khas.

2. Kabuto 


Hidangan berbahan dasar ubi yang dimasak dengan gula merah dan santan, sering disajikan sebagai camilan tradisional.

Perkembangan Ekonomi dan Infrastruktur
Kendari terus berkembang menjadi kota modern dengan berbagai fasilitas seperti pusat perbelanjaan, hotel, dan sarana transportasi. Bandara Haluoleo adalah pintu masuk utama yang menghubungkan Kendari dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Selain itu, pemerintah setempat juga terus mendorong sektor perikanan dan industri kecil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Festival dan Kegiatan Tahunan
Kendari rutin mengadakan berbagai festival untuk mempromosikan budaya dan pariwisata. Salah satunya adalah Festival Halo Sultra, yang menampilkan berbagai kegiatan budaya, olahraga, dan pameran produk lokal.

Kesimpulan
Kota Kendari adalah destinasi yang menawarkan perpaduan sempurna antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakat. Dengan berbagai potensi yang dimilikinya, Kendari tidak hanya menjadi pusat aktivitas di Sulawesi Tenggara tetapi juga magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati keunikan kota ini.

Jika Anda mencari pengalaman yang berbeda di Indonesia, Kendari adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan. Kunjungi, nikmati, dan jadilah bagian dari keindahan kota ini!

Jangan lupa untuk berkunjung!!!